salju

Selasa, 18 Februari 2014

Puisi Kimia


Melupakannya seperti ingin melepas kalor lelah dalam reaks eksoterm...
Ku kira eksperimen mampu menjauhkan bayangannya...
Kusadari dia dan aku berbeda...
Aromaku bak amoniak, dia seharum ester...

Nyatanya...
Eksperimen malah menjadi katalisator...
Membuat perasaankuk semakin terikat dengannya...
Larutan elektrolit seakan menggambarkan perasaanku yang menghantarkan cinta hingga lampu hati menyala...

Kukira...
Penjelasan dosen dapat menghidrolis perasaan berkutat dengan rumus yang rumit...
Aku terus berusaha konstan agar bisa mendeteksi ketetapan laju reaksi jiwa...

Nyatanya...
Di mataku rumus kimia menjadi sandi rumput...
Tulisan NaOH di tambah HCL menjadi NaC1+H2O...
Kubaca "aku ditambah dia menjadi cinta"
Diriku semakin tidak stabil...

Akhirnya...
Aku menjadikan Tuhan sebagai buffer yang melindungiku dari senyawa racun berupa gangguan perasaan berkonsentrasi tinggi yang mencoba bereaksi dengan hati.. :D



Tidak ada komentar:

Posting Komentar